News

Taman Nasional Kutai Jadi Rumah bagi 324 Spesies Fauna

Samarinda (KABARIN) - Balai Taman Nasional Kutai (TNK) di Provinsi Kalimantan Timur mengoptimalkan fungsinya sebagai kawasan pelestarian alam untuk menjaga kelangsungan hidup 324 spesies fauna, termasuk sejumlah satwa yang masuk kategori terancam punah.

"Kami mencatat keanekaragaman fauna di Taman Nasional Kutai sebanyak 324 spesies, terdiri atas 90 jenis mamalia, 196 jenis kupu-kupu, dan 38 jenis fauna goa," kata Kepala Balai Taman Nasional Kutai Syaiful Bahri di Samarinda, Kamis.

Dia menyampaikan kawasan perlindungan ini memberikan prioritas khusus bagi penyelamatan tiga satwa endemik berstatus terancam punah, yakni orangutan Kalimantan timur laut (Pongo pygmaeus morio), bekantan (Nasalis larvatus), serta banteng liar Kalimantan (Bos javanicus lowi).

Lanjutnya, untuk memastikan pengawasan satwa berjalan maksimal di tengah potensi gangguan habitat, pihak pengelola telah beradaptasi menggunakan teknologi berupa drone thermal dan kamera jebak (camera trap).

"Walaupun membutuhkan waktu hingga bulan ketiga agar hewan terbiasa dan mulai terekam, instrumen kamera jebak tersebut sangat membantu dalam menemukan kembali satwa langka, sebagai contoh kucing hutan jenis macan dahan yang sebelumnya disangka telah tiada," ucap Syaiful.

Lensa kamera pemantau tersebut, kata dia, juga menangkap pergerakan burung tokhtor Kalimantan serta memastikan eksistensi burung kuau yang sempat ditemukan di wilayah Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur.

Mengingat besarnya tantangan pelestarian di lapangan, Balai Taman Nasional Kutai aktif menjalin sinergi bersama lembaga non-pemerintah seperti Yayasan Jejak Pulang dari Samboja untuk memperkuat instrumen konservasi orangutan.

"Fokus utama kolaborasi tersebut saat ini adalah melakukan kajian terkait kelayakan habitat di kawasan hutan TNK sebagai titik pelepasliaran bagi orangutan yang telah siap dikembalikan ke alam bebas," paparnya.

Langkah lanjutan yakni kerja sama perlindungan fauna dengan Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) untuk pendampingan melindungi sisa populasi banteng Kalimantan di area Taman Nasional Kutai.

Pengelola menyadari sepenuhnya bahwa upaya menjaga bentang alam yang mencakup wilayah Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Timur tersebut mutlak membutuhkan dukungan penyadartahuan dari warga lokal.

"Pelibatan masyarakat diwujudkan melalui pengembangan pariwisata minat khusus yang menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk menjadikan warga sebagai garda terdepan pelindung hutan sekaligus penggerak ekonomi daerah lewat program Perhutanan Sosial," ungkap Syaiful.

Taman Nasional Kutai merupakan kawasan pelestarian alam seluas 193.753,42 hektare yang terbagi atas tujuh tipe ekosistem dengan dominasi hutan dipterokarpa mencapai 145.745,46 hektare.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: